semua orang ingin kaya?..tapi saya ingin miskin

berikan saya makanan yang layak

berikan saya makanan yang layak

eiitss….

tunggu dulu.  Kalau semua orang ingin kaya secara materi, dan terbukti menjadi kenyataan,lalu bagaimana nasib kata “miskin”?ah,peduli amat, miskin kan cuma kata-kata yang mewakili dari keadaan kurang atau tidak memiliki sesuatu.

Ketika semua orang ingin menjadi kaya(secara materi),dengan bergelimangnya harta yang melimpah,emas yang dikenakan secara mentereng,mobil mewah atau rumah semegah istana,tapi saya justru menginginkan supaya miskin.

Miskin harta maksudnya?tentu tidak. Karena kalau saya kekurangan harta,saya jadi tidak nyeyak tidurnya,karena selalu berpikir,besok masih bisa makan tidak ya?.  Saya berharap tuhan bisa mengabulkan doa saya agar saya miskin, bukan miskin harta, tapi miskin kesombongan, miskin kekikiran dan miskin derita.

Yang pertama, miskin kesombongan. Berapa banyak orang sombong bertebaran dimuka bumi ini? hal ini yang belum diteliti oleh para ahli? kalau ada, kasih tau saya ya data-datanya. Kesombongan membuat kita merasa “lebih hebat” daripada yang lainnya.Gara-gara kesombongan,iblis diusir dari surga,yang tidak mau mengakui adam sebagai mahluk yang mulia.

Kesombongan membuat sebagian “orang-orang kaya diperkotaan”  (maaf, jangan tersungging ya) enggan “melirik” nasib orang miskin yang berada di kolong-kolong jembatan, atau yang tidur memanfaatkan ruang apa adanya dibawah flyover?

Sombong itu seperti benalu yang menghinggapi pohon kebaikan kita.Kebaikan-kebaikan yang sudah kita kumpulkan bertahun-tahun bisa lenyap dalam sekejap,semudah api melahap kayu bakar. Bukan hanya manusia,Tuhan pun lebih dulu benci orang yang sombong.

Apakah karena kita lebih kaya, lebih ganteng/cantik, atau lebih terhormat dari yang lain,kita patut untuk menyombongkan diri?

Yang kedua,miskin kekikiran. Tidak hanya kikir harta,kikir disini sangatlah luas cakupannya.Misalnya,kita merasa lebih pintar,lebih ber-kompeten atau lebih berwawasan,karena kita sudah membaca satu kontainer buku atau karena kita sudah lulus perguruan tinggi, dengan menyandang gelar profesor sekalipun?atau S3(Sudah Sangat Sepuh,lalu meninggal dunia).Dengan merasa banyaknya ilmu yang kita miliki,apakah itu akan bermanfat bila kita tidak sebarkan ke orang lain?tidak.tidak.dan tidak.Kikir akan ilmu sama sekali tidak ada manfaatnya.

Adakah kikir yang lain?tentu ada. Kikir perhatian misalnya.Jika anda memiliki seorang kekasih atau pendamping hidup,apakah anda bisa bertahan dengan seseorang yang sangat miskin akan perhatian,kasih sayang dan cinta?

Yang ketiga:miskin derita.Adakah diplanet bumi ini,mahluk bernama manusia yang menginginkan penderitaan dalam hidupnya? Penderitaan memang banyak memeras peluh untuk lebih deras mengucur diantara tubuh kita,terlebih air mata yang tidak cukup ditampung hanya dengan satu ember kecil.

Banyak juga yang menginginkan “kesuksesan” hidup dengan cara menderita terlebih dahulu,tapi menderita yang hanya sementara. Seperti pepatah,”no pain,no gain”. tidak ada bahagia tanpa derita.Walaupun sebenarnya derita hanyalah “ketidaknyamanan” hidup, merasa terpaksa tersakiti baik secara fisik ataupun mental.

Bagaimanapun,derita itu tidak menyenangkan.Tetapi bisa menjadi cambuk bagi kita untuk merasakan hikmah apa dibalik penderitaan tersebut.

Semoga bermanfaat.

“ayo,jadikan otakmu tambah keriput dengan ber-cuap-cuap lebih dalam lagi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: