Gengsi tukang marinir

si baret merahDi suatu sore,saya sangat ingin sekali pergi mencari buku disebuah toko buku terkenal. Karena takut menggangu profesi saya sebagai seorang”tukang galon” air minum kesehatan, ketika saya mau berangkat,saya lalu berpesan kepada istri saya, “sayang,nanti kalau ada yang pesen galon,telp aja ya?”

Wusshhh..12 menit kemudian,si blacky telah mengantarkan saya sampai ke parkiran toko buku. Saya mulai “mengobrak-abrik” buku disana.Tak selang beberapa kemudian,saya menemukan satu buku yang mampu menyeret mata saya untuk membaca, “pernapasan otak” karya ilchi lee. Lumayan nih,buat tambah otak saya jadi kriput..

Satu buku hari ini cukuplah untuk meredam kehausan otak saya untuk berpikir.

Wussh,9 menit kemudian saya sampai lagi dirumah(tadi berangkat 12 menit,kok pulang Cuma 9 menit?).

Setelah sampai rumah,saya langsung bertanya sama istri,”yank,ada yang beli galon ga?

“ada,tukang marinir 2galon”,jawab istri saya setengah cemberut.

Tukang marinir adalah sebutan saya kepada pelanggan saya karena dia seorang marinir.

Tampangnya kaku dan mahal senyum.

“Trus,yang ngangkat galonnya siapa?”tanya saya penasaran

“ya aku lah,masa’ aku donk?”keluh istri saya yang sakit pinggang gara-gara ngangkat galon

“loh,emangnya si tukang marinir itu ga mau ngangkat galon?

“ya enggak lah,masa’ engga donk.”

Si tukang marinir itu malah bilang, “masa’ saya yang harus ngangkat galonnya sih mba?”

Saya heran,seorang marinir yang terlihat penampilannya sangat kuat dan gagah itu,(mungkin jabatannya letnan jendral marinir kali ya?)kok begitu gengsinya, apa malu sama istri?membiarkan wanita lemah mengangkat 2 galon 19liter? Apa mungkin,ayah saya seorang 71tahun harus ikut-ikutan juga mengangkat?

Oh tidak,mahalkah sebutir gengsi?

“ayo jadikan otakmu tambah kriput dengan ber-cuap-cuap lebih dalam lagi”

2 Responses to Gengsi tukang marinir

  1. Puspita W says:

    Sayang ..sayang, memangnya sayang apaan?!. tapi memang sebaiknya semakin tua semakin sayang.

    Menurut pendapat saya si Tukang marinir laporin ke mas Suwung saja, pasti beliau tahu solusinya.

    • otakkriput says:

      “sayang” ya maksudnya panggilan saya sehari-hari bwat istri tercinta saya mba..tapi kalau dibilang “tua” ya belum juga mba,,hehe saya kan masih 27 tahun..
      tapi maaf mba,mas suwung itu syapa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: